Kenali Anosmia Pada Penderita Covid

amfa-france

Kenali Anosmia Pada Penderita Covid – Hilangnya bau dengan hidung yang sehat (kurang sinus, pilek, dll). Kondisi ini tidak diakui sebagai gejala penyakit dikarenakan tidak mengganggu kesibukan fisik. Gejala ini kadang-kadang tidak disertai atau disertai gejala tak hanya demam. Temui dokter Anda segera terkecuali Anda mengalami gejala serangan anosmik.
Penyebab anosmia

Kenali Anosmia Pada Penderita Covid

amfa-france – Hilangnya bau bisa disebabkan oleh beberapa alasan, pada lain:
1. Flu

Baca Juga : Virus Corona Ternyata Bisa Kita Deteksi Dari Dini Ketika Melihat Mata

Influenza disebabkan oleh virus yang bisa menginfeksi saluran udara. Hidung bisa membuahkan benar-benar banyak lendir dan tidak cukup peka terhadap bau. Namun, situasi ini bisa diobati terkecuali hidung dan saluran udara lainnya jadi normal.
2. Sinusitis.

Sinusitis yang benar-benar kronis bisa menyebabkan peradangan di tempat hidung, belum lagi. Pembengkakan lebih lanjut bisa merusak indera penciuman seseorang. Namun, situasi ini tidak seutuhnya menghilangkan kekuatan bau.
3. Polip hidung.

Polip yang mempengaruhi hidung lebih cenderung mengganggu pernapasan. Dengan penyakit ini Anda bisa kehilangan indera penciuman. Ketika Anda sukses pulih, sistem pernapasan Anda bisa kembali normal.
4. COVID-19

Penyakit lain yang menyebabkan hilangnya bau badan adalah COVID-19. Gejala umum yang kadang-kadang menyertai termasuk demam, batuk kering dan mengantuk. Gejala yang paling umum adalah dikarenakan fakta bahwa virus ini khususnya menembus kulit muka dan bagian luar lainnya.
Karakteristik Anosmia

Sebelum seseorang mengambil keputusan, situasi yang terlihat adalah gejala hilangnya kekuatan penciuman; Perlu Anda ketahui bahwa tersedia gejala yang menyertainya. Berikut adalah deskripsi.

Tidak peka terhadap bau yang menyengat, kadang-kadang disertai dengan hilangnya rasa.
Hidung di dalam situasi baik (tidak tersumbat oleh pilek atau penyakit lain yang menyumbat saluran hidung).
Mulai kehilangan nafsu makan, tetapi masih bisa makan dengan baik apalagi tanpa bau atau bau.
Penurunan berat badan dengan hilangnya nafsu makan.

Anosmia COVID-19

Gejala neurologis pertama yang dialami pasien COVID-19. Gejala ini lebih ringan diprediksi munculnya COVID-19 dibandingkan gejala lain layaknya demam, batuk kering, dan lain-lain. Kerangka hidung di bagian atas berbentuk lingkaran, agar partikel apa pun yang melewatinya bisa menyerang berasal dari atas dan menggantung di tempat ini.

Virus corona secara tidak segera mengurangi kekuatan tubuh untuk mencium bau tak sedap. Virus secara tidak segera bisa mengganggu faedah sel-sel pendukung sirkuit pernapasan. Gejala-gejala ini tidak bertahan secara permanen dengan infeksi COVID-19. Saat sembuh berasal dari COVID-19, saraf penciuman tidak harus dibangun kembali atau dibangun kembali.

Infeksi COVID-19 dan virus lain yang menyerang indera penciuman dan mengganggu pernapasan kemungkinan mempunyai gejala yang berbeda. Perbedaan paling dramatis adalah hidung bisa tersumbat oleh virus lain. Adapun COVID-19, mereka kehilangan indra penciuman tanpa hidung tersumbat.

Meski tidak mengganggu kesibukan sehari-hari, tetapi lebih rentan terhadap gangguan fisik terhadap manusia. Akibatnya, pasien mengembangkan psikologi, yang bisa dibagi jadi persoalan sosial. Gejala ini lebih susah diobati daripada gejala COVID-19 lainnya.
Durasi anosmia terhadap pasien COVID-19

Pemulihan bau terhadap pasien COVID-19 bisa begitu banyak ragam berasal dari orang ke orang. Banyak yang sembuh dan kebanyakan bisa berciuman berasal dari minggu ke-2 atau ketiga pemerintahan COVID-19. Ditemukan bahwa pemulihan terlama berasal dari indra penciuman berjalan sampai enam bulan setelah terpapar virus.

Gejala kehilangan bau yang berjalan beberapa bulan disebut parosmia. Hilangnya kekuatan ini tergolong gejala ringan. Secara bertahap, neuron sensorik secara bertahap bisa kembali ke situasi semula. Penting untuk mengkalkulasi gejala-gejala ini khususnya dahulu agar bisa segera didiagnosis.

Hilangnya bau badan bisa diatasi dengan mencuci hidung sampai bersih. Cairan hidung khusus bisa disuntikkan. Jika tersedia penyakit lain yang mengganggu kerja hidung, segera lawan ke dokter. Beberapa dokter kemungkinan merekomendasikan obat steroid hidung untuk menopang penyembuhan.

Steroid adalah obat anti inflamasi yang diformulasikan di dalam wujud semprotan agar lebih ringan digunakan. Obat semprot ini termasuk mempunyai risiko yang kecil. Obat ini kemungkinan bereaksi setelah beberapa hari penggunaan. Hati-hati kala menggunakannya dikarenakan obat ini rentan disalahgunakan. Kadang-kadang turun ke tenggorokan pasien. Pelajari dengan seksama bagaimana Anda menggunakannya agar Anda bisa menggunakannya secara optimal.

Beberapa peneliti merekomendasikan bahwa cara terbaik untuk menyembuhkan anosmia adalah dengan obat-obatan. Pelatihan penciuman yang sering melawan bau yang kuat. Konsumsi Youvit Multivitamin Adult Drops 7 Hari – 7 Gummies – Youvit Multivitamin Adult Drops (87.350 Rs) termasuk bisa menopang meredakan gejala. Belajar berciuman bisa di awali dengan benda-benda di tempat tinggal dengan aroma yang berbeda-beda. Pilih wewangian yang wangi agar Anda tidak pusing atau mual dengan sukses berolahraga.

Related Post